Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 1

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 2

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 3

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 4

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 5

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Showing posts with label Nasehat Sang Guru. Show all posts
Showing posts with label Nasehat Sang Guru. Show all posts

Monday, December 12, 2011

Sampaikanlah Harapan Itu...

Hidup kita menyimpan banyak harap, asa, dan cita-cita. Kita dikelilingi beragam keinginan dan kehendak, yang dipadu sejumlah kebutuhan sebagai sarana.
Hari-hari kita habiskan untuk mewujudkan sejumlah keinginan itu. Dua puluh empat jam waktu kita seperti seolah tak cukup untuk mengejar semua mimpi itu. Lelah yang mendera tak kita hiraukan. Meski yang dikejar belum jelas terlihat ujungnya.
Memiliki banyak keinginan dan harapan tentu memiliki sisi baik. Sebab harapan dan asa itulah yang mendorong kita untuk selalu berusaha. Cita-citalah yang memaksa kita untuk bekerja keras tak kenal henti, meski tidak selalu mudah. Rasanya duapuluh empat jam berlalu terlalu singkat terasa. Tapi tahukah kita, bahwa sebenranya Allah SWT menyediakan sepotong waktu yang sangat berharga untuk mewujudkan segala harap. Dan itulah sepertiga malam yang lebih sering kita lewatkan.
Kita hidup banyak menanggung kebutuhan. Kita butuh makan, minum, tempat tinggal, pekerjaan, rasa aman dan lain-lain. Namun kita sering lupa, bahwa sebenarnya semua bertumpu pada Allah SWT. Sebab dialah Yang Memberi. Dialah Yang Mencukupi.
Jika kita berharap Allah menambah karunia dan nikmatNya kepada kita, temui Allah di akhir malam. Sebab itu adalah bagian dari ekspresi rasa syukur kita kepadaNya. Bangun di tengah malam adalah waktu yang tepat untuk bersyukur, ketika kebanyakan manusia justru terlelap. Dan tidak ada syukur kecuali akan menjadi sarana menjaga karunia dan membuatnya bertambah.
Read More..

Sunday, December 4, 2011

Mengajar Adalah...


Mengajar adalah memimpin.
Mengajar ....
Menumbuhkan empati, menguatkan yang lemah dan mendorong yang lelah.
Mengajar adalah mencintai.
Mengajar ...
Merendahkan hati,
merendahkan tubuh dan menyiapkan pundak menjadi pijakan kaki,
agar tangan-tangan kecil itu bisa meraih bintang – bintang di angkasa.
Mengajar adalah ragaku,
tulang belulang dan serat-serat dagingku.
Mengajar adalah jiwaku,
darah yang mengalir di setiap pembuluh nadiku
Mengajar adalah aku
Penggubah : Jurajih, Tim Indonesia Mengajar Angkatan 1
Read More..

Thursday, November 10, 2011

Untukmu...Para Muridku yang Dirahmati Allah


Di sekolah, guru-guru kalian tentu mula-mula mengajar kalian membaca. Lalu kalian belajar angka-angka dalam pelajaran matematika juga sains dan bahasa. Tetapi pernahkah kalian berpikir, untuk apa kalian pergi ke sekolah dan belajar ini semua?
Sebagian besar kalian akan berkata bahwa semua ini penting artinya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak ketika kalian telah dewasa. Ini berarti kalian hampir memastikan akan dewasa suatu hari. Memang, akan datang suatu hari ketika anak-anak akan memanggil kalian, ”Bibi, kakek, atau paman...” seperti kalian memanggil bibi, kakek, atau paman kalian sekarang. Dengan kata lain, kalian suatu ketika akan dewasa jika Allah menghendaki kalian dewasa.
Namun, kalian tidak akan terus tumbuh dewasa selamanya. Setiap orang akan sedikit demi sedikit bertambah tua, lalu akan datang saat mereka harus meninggalkan dunia ini dan memulai kehidupan baru di akhirat. Ini juga akan terjadi pada kalian. Setelah masa kanak-kanak, kalian mungkin akan tumbuh menjadi remaja dan bahkan mencapai usia tua. Kemudian akan datang saat kalian harus hidup di akhirat.
Kalian pergi ke sekolah untuk mempersiapkan masa depan. Penting bagi setiap orang untuk melakukan persiapan seperti ini. Namun, semua usaha ini terbatas untuk hidup di dunia ini saja. Bagaimana dengan hal-hal yang kalian butuhkan untuk kehidupan berikutnya? Kalian harus mempersiapkan kehidupan akhirat kalian juga. Pernahkan kalian memikirkannya?
Ketika kalian dewasa, kalian perlu mencari nafkah, yang berarti kalian harus mempunyai pekerjaan. Itulah mengapa kalian bersekolah. Nah, begitu pulalah, agar kalian berbahagia di akhirat ada beberapa hal yang harus kalian lakukan. Yang paling penting dari semua itu adalah segera mulai mengenal Allah, Yang Maha Tinggi, dan bagaimana cara kita bersikap menurut yang dikehendaki oleh Allah.
Dengan kita menuntut ilmu, kita juga telah berjihad di jalan Allah. Sebaiknya bentuk ibadah kita berupa menuntut ilmu, tidak terkotori oleh hal-hal yang akan menjauhkan kita dari ridha Allah.
Described from : Harun Yahya’s site dengan perubahan.
Read More..