Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 1

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 2

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 3

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 4

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 5

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Showing posts with label Kisah Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Kisah Inspiratif. Show all posts

Tuesday, December 6, 2011

Akhirnya Kefahaman Itu....

 Sewaktu sekolah di Madrasah Aliyah Al-Islam dulu saya tidak terlalu faham dengan muthalaah. sebuah materi yang berisikan kisah-kisah penuh hikmah, yang dapat memberikan makna bagi kehidupan. 
Saya tak faham, tapi tetap mengikuti terus materi itu. tanpa membolos. Walau kadang bingung juga ketika ujian, 'senjata ' saya cuma hafalan saja. Tentu mudah goyang karena tidak bertumpu pada pemahaman yang baik. 

Saya ingat, pedoman penuntut ilmu yang diajarkan di kitab Ta'limul Muta'alim. Bahwa ada enam perkara yang harus menjadi bekal bagi setiap penuntut ilmu. Pertama kecerdasan. Cerdas disini adalah kemauan berpikir, kemauan menelaah, kemauan menghafal, kemauan serta kemampuan memahami pelajaran. Kedua, Semangat Yang Tinggi. Kemauan yang sangat untuk menuntut ilmu. Kemauan yang keras untuk dapat terus bersekolah mencapai yang lebih baik. Ketiga, Kesungguhan. Ada kecerdasan dan kemauan tanpa kesungguhan ibarat sayur tanpa garam. Kesungguhan merupakan jiwa yang menggerakkan penuntut ilmu terus mengejar cita-citanya. Keempat, Uang / Dirham. Uang memang bukan segalanya bagi penuntut ilmu, tapi tanpa uang yang cukup, para penuntut ilmu akan terbagi pikirannya demi mencukupi yang satu ini. Kelima, Hormati guru. Menghormati guru akan membuat guru ridha terhadap muridnya. Dengan demikian, diharapkan proses tranformasi ilmu yang lebih mudah. Keenam, Waktu Yang Lama. Menuntut ilmu tidak seperti menggoreng kerupuk. semenit langsung jadi. Waktu yang lama dibutuhkan untuk semakin mempertebal dan semakin menyempurnakan ilmu-ilmu yang didapat. sebagaimana kisah para salafussalih dalam pengembaraan ilmunya.
Khusus untuk poin kelima, saya implementasikan benar ketika dulu sewaktu sekolah. (Bukan Berarti poin-poin lain tidak penting). Sekedar berbagi, bahwa hormat kepada guru, memberi dampak yang cukup signifikan. Selang beberapa tahun setelah saya lulus sekolah, saya diminta menjelaskan salah satu poin dari kitab muthalaah oleh adik kelas. Dimana, dulu saya kurang memahami materi tersebut. Alhamdulillah, ketika buku terbuka, saya langsung bisa menjelaskan materi tersebut dengan gamblang. Bahkan saya sendiri serasa difahamkan oleh diri saya ketika itu. Subhanallah....benar-benar dibukakan hati dan pikiranku oleh Allah berkat penghormatan terhadap guru. 

Read More..

Sunday, December 4, 2011

Lelaki Tua Yang Tak Berhenti Berharap


Lelaki tua itu masih terdiam di sudut penjara. Mencoba mengingat kembali pasal apa dia berada di tempat ini. Sebelumnya ia adalah seorang pedagang sukses. Hidupnya lapang. Sampai pada suatu malam yang belum larut, ia pergi memenuhi undangan sesama pedagang. Di tengah perjalanan, ia melihat banyak lilin menyala di dekat sebuah toko. Di dekat lilin itu berserakan kayu. Pintu toko terlihat sedikit terbuka.
Seketika ia berusaha menjauhkan api-api lilin itu. Jika tidak, api akan membakar kayu kemudian toko itu. Ia bergegas melihat apa yang terjadi. Betapa terkejutnya ia ketika sampai di dalam toko, ada seoonggok mayat lelaki yang baru saja terbunuh dengan pisau yang masih menancap di dada..
Rupanya, pelaku pembunuhan hendak menghilangkan jejak dengan cara membakar toko. Pada saat bersamaan lewatlah petugas ronda. Salah seorang dari petugas diperintahkan masuk ke toko memastikan keadaan. Begitu masuk, didapatinya lelaki tua itu bersama seonggok mayat di dekatnya. Ia pun ditiduh sebagai pembunuhnya.
Lelaki itu diseret ke tempat interogasi. Ia dipukul, disiksa, tapi tetap tidak mau mengakui karena memang bukan dia pelakunya. Keluarganya berkumpul membawa bukti-bukti dan saksi. Akhirnya ia pun tak jadi dihukum mati sebagai gantinya ia dimasukkan ke penjara bawah tanah. Dengan siksaan yang tak pernah berhenti.
Tahun-demi tahun berlalu dengan penuh kepedihan. Ini benar-benar kesulitan di atas kesulitan. Lelaki itu tak pernah berhenti berharap. Kesulitan harus punya takdir selesainya.
Tibalah pada suatu masa, terdengar suara yang sangat gaduh. Penjara dijebol dan banyak orang bisa menerobos ke penjara bawah tanah. Mereka mengeluarkan semua orang termasuk lelaki tua itu. Hari itu ternyata telah terjadi kekacauan besar melawan kekuasaan pemerintah. Huruhara meluas, lelaki itu berjalan tertatih, lalu lenyap.
Enambelas tahun yang dilalui lelaki itu bukanlah waktu yang singkat. Sepanjang itu, ia harus meyakini dua hal sekaligus. Yakin dirinya tidak bersalah. Serta yakin bahwa pertolongan Allah akan datang. Keyakinan kedua ini yang lebih sulit karena yang dirasakan secara fisik benar-benar mengguncang.
Itulah rahasia iman. Orang-orang beriman selalu punya caranya sendiri untuk bisa menata hatinya. Meski berlawanan dengan apa yang dilihat oleh matanya, atau apa yang dirasakan oleh fisiknya, atau apa yang ia terima dalam kehidupannya. Saat ia mendapat musibah, airmatanya menangis, tapi hatinya terilhami untuk meyakini, bahwa apa yang diberikan Allah pada dirinya pasti terbaik untuknya.
Selama kamu bukan pendosa atau penikmat kesalahan, kesulitan akan selalu melahirkan ilham dan mengiringi datangnya pertolongan atau anugerah baru yang kadang tak terbayangkan.
Dikutip dan diedit seperlunya dari Majalah Tarbawi Edisi 117 Sya’ban 1426H
Read More..

Wednesday, November 30, 2011

Manajemen Stres


Ada seorang yang sedang melakukan penelitian terhadap pasien rumah sakit jiwa. Ia mendapat salah satu pasien yang memanggil-manggil Butet. "Buteeeet...Buteeet". Ketika ditanyakan, dokter menjawab bahwa ia adalah seorang yang cintanya ditolak oleh Butet.
Di bangsal lain, ada seorang pasien yang juga memanggil nama Butet. Dokter menyampaikan, bahwa ialah seorang yang akhirnya menikah dengan si Butet.
Melanjutkan perjalanan di bangsal perempuan, ada seorang pasien yang menyanyikan lagu Butet sambil menghadap tembok. Rupanya pasien tersebut yang bernama Butet. Selesai lagu Butet, pasien bernama Butet itu menyanyikan lagu Alusi Au dengan berbalik menghadap pengunjung. Ketika ditanyakan mengapa sewaktu menyanyi lagu Butet, menghadap tembok dan ketika menyanyi lagu Alusi Au menghadap pengunjung, dijelaskan oleh dokter bahwa maksudnya menghadap tembok itu artinya si Butet sedang menyanyi di side A, sedang menghadap pengunjung itu ia sedang menyanyi di side B.
Ilustrasi tersebut menggambarkan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi stres.Stres merupaka tekanan terhadap kondisi psikis seseorang dengan skala ringan, sedang ataupun berat. Pada skala ringan terkadang tidak menunjukkan gejala apa-apa. Bahkan masih bisa diatasi dengan mekanisme pertahanan diri. Seperti terburu-buru dalam berangkat ke tempat kerja.
Pada skala sedang, stres sudah merambah dampak anggota badan. Seseorang mungkin bisa mengalami diare, gangguan lambung, sakit kepala, dan tekanan darah tinggi. Namun ironisnya gejala laboratorium tidak menunjukkan gejala yang serius.
Stres berat sudah menunjukkan inkonsistensi dan gejala tingkah laku yang abnormal.Stres kategori berat ini banyak ditemukan dalam perusahaan maupun instansi pemerintahan. Sebuah penelitian dari Ohio University menunjukkan bahwa mereka yang berpotensi terkena stres berat adalah mereka yang ber-type A. Type A adalah mereka yang sangat berambisi terhadap sesuatu, gila kerja, semua ingin serba cepat dan tergesa-gesa, serta yang terbiasa dengan gaya katak (menendang kanan-kiri untuk mencari simpati pimpinan).
Sters bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan bagaimana kita hidup bersamanya dan menikmatinya sebagai bagian dari bunga kehidupan. Beberapa upaya menghadapi stres adalah dengan mengkonsumsi vitamin jiwa. Antara lain dengan senantiasa mensyukuri apa yang sudah dimiliki dan dicapai, berbagi pada orang lain, banyak membaca segala hal yang bermanfaat, menyempatkan diri berekreasi bersama keluarga, olahraga teratur. Namun yang lebih penting adalah meningkatkan ketakwaan dan kualitas ibadah. Karena Allah SWT lah sumber kekuatan terbesar.
Sumber : Half Full-Half Empty
Read More..

Sunday, November 20, 2011

Siapa Mendorong Saya


Alkisah ada seorang Saudagar kaya raya sedang mengadakan pesta jamuan makan yang bertujuan mencari menantu untuk putri kesayangannya. Diundanglah seluruh warga  Desa ke pesta perjamuan makannya. Setiap tamu yang hadir dimanjakan dengan aneka hidangan yang lezat.
Sebagai penutup sang Saudagar ternyata telah menyiapkan sebuah kolam yang berisi ratusan ular berbisa dan puluhan buaya. Ow..ow..Sang Tuan rumah menantang setiap tamunya untuk berenang menyeberangi kolam neraka itu. 
Sang Saudagar telah menyiapkan hadiah sebagai kompensasi tantangannya yakni 1. Menikah dengan putrinya. 2. Memperoleh 100 ribu hektar kebun kelapa sawit siap panen. 3. Berhak atas uang ratusan juta plus emas dan berlian.
Tantangan itu bertujuan menjaring calon menantu yang berani serta memiliki dedikasi tinggi terhadap keluarga. 
Belum selesai pengumuman tantangan itu tiba-tiba hadirin dikejutkan oleh bunyi ceburan air yang cukup keras disertai gerakan renang yang begitu cepat sepanjang kolam. semua mata takjub, terperangah, heran siapa gerangan orang yang begitu antusias mengikuti tantangan ini.
Akhirnya si perenang tersebut sampai ke tepi kolam dengan nafas terengah-engah dengan tubuh yang penuh goresan luka. Ia pemuda berusia 28 tahun dengan wajah lumayan ganteng.
Dihadapan seluruh tamu yang hadir, pemuda tersebut ditawarkan hadiah apa yang diinginkannya. si pemuda hanya menggeleng-gelengkan kepala. Si pemuda itu hanya menjawab, "Saya hanya ingin tahu, siapakah yang telah mendorong saya? ".
Terkadang dalam kehidupan diperlukan dorongan-dorongan agar seseorang lebih berani dalam upaya menyelesaikan persoalan hidupnya. Acapkali seseorang memvonis diri tidak bisa. Padahal belum mencoba. Atau tetap mengatakan tidak mampu meski sudah dibekali peralatan yang mumpuni.
Dorongan-dorongan yang ada dalam diri untuk berkarya akan mewarnai sejauh mana tingkat profesionalisme seseorang. Itulah sebabnya seorang profesional tidak hanya tahu dan ahli dalam mengerjakan sesuatu, melainkan seseorang yang dapat melakukan pekerjaan terbaiknya saat dia merasa tidak ingin melakukannya.
Disarikan dari 1/2 isi 1/2 kosong-Parlindungan Marpaung. 
Read More..

Saturday, November 19, 2011

Wanita Yang Menangis



Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu manangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu seorang wanita, Nak..”. “Aku tak mengerti?” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.” “Nak.. kamu memang tak akan pernah mengerti..”

Kemudian, anak itu bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis
tanpa ada sebab yang jelas?” Sang Ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang diberikan Ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.


Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. “Ya Alloh, mengapa wanita mudah sekali menangis?”


Dalam mimpinya Tuhan menjawab,


” Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan seisinya Walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepada bayi yang sedang tidur.


Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi
dari rahimnya, walau seringkali pula ia kerap berulang kali menerima cerca dari anakny itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.

Kuberikan wanita untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hatidan jantung agar tak terkoyak.


Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan
pengertian dan penyadaran, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah
melukai istrinya. Walau, sering kali pula, kebijaksanaan itu akan mengujisetiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.


Dan, akhirnya Kuberikan ia airmata agar dapat mencurahkan perasaannya.
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun
ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walau sebenarnya, airmata ini adalah airmata kehidupan”.
Read More..