Ayahave'swife
Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 1
Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis
Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 2
Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis
Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 3
Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis
Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 4
Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis
Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 5
Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis
Tuesday, December 20, 2011
Tanamkan Rasa Bertanggungjawab
Ayahave'swife
Monday, December 12, 2011
Mengatasi Anak Cengeng
Beberapa Faktor Penyebab Anak Cengeng
1. Merasa Tidak Aman
Perasaan aman, termasuk salah satu kebutuhan manusia yang utama. Orang yang merasa tidak aman memiliki ketakutan terhadap sesuatu hal.
Anak bisa merasa tak aman ketika ibu tidak berada di dekatnya, hal ini dikarenakan misalkan banyak orang di sekelilingnya yang tidak dikenal baik olehnya. Selain merasa takut dipermalukan, takut ditertawakan.
Misal jika jatuh dan banyak mata memandangnya dengan terkejut plus kasihan, biasanya kontan anak menangis bukan karena sakit tapi karena malu menjadi pusat perhatian.
2. Ibu Terlalu Melindungi
Ibu seperti ini terlalu cepat bereaksi menolong anaknya jika anaknya mengalami celaka sedikit saja. Anak menjadi terbiasa ditolong, tak pernah mengalami hal-hal berat dan sulit, dan tak memiliki kekuatan mental menghadapi saat-saat menegangkan. Karena mereka hanya mampu menangis ketika menghadapi suasana tegang.
Kalau saat anak jatuh, ibu tetap tenang, tidak menampakkan perasaan khawatir, anak akan menganggap bahwa peristiwa ’jatuh’ adalah hal yang biasa. Tetapi melihat kekhawatiran ibu yang berlebihan, tentu saja mereka akan belajar pula untuk khawatir dan selanjutnya menjadi takut untuk jatuh.
3. Mendapat Keuntungan dari Cengengnya
Ketika anak menemukan kenyataan bahwa ia memperoleh apa yang ia ingini dengan cara menangis, segera ia akan menggunakan senjata tangis itu untuk memperoleh apa saja yang ingin mereka dapatkan. Dan anak-anak pandai belajar dari pengalaman, sehingga kerap memilih untuk menangis agar ibu memenuhi permintaan mereka dengan cepat. Ada yang namanya hukum perilaku, kita akan mengulang perilaku yang memberikan keuntungan. Sepertinya si kecil melihat bahwa tiap kali dia menangis, maka dia mendapatkan permintaannya. Secara dia cerdas, tentunya dia bisa mengambil kesimpulan bahwa menangis adalah cara yang paling efektif untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan!
Karena sakit, anak merasakan kondisi tubuhnya tidak nyaman. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Kondisi tubuhnya juga lemas dan lemah. Semua itu tak jarang membuat anak jadi cengeng, termasuk anak yang tadinya tidak cengeng. Belum lagi, sikap orang tua yang lebih protektif kepada anak sakit ternyata bisa menambah sikap cengeng itu.
Tak ada jalan selain menganggapnya wajar. Lakukan sesuatu yang bisa membuatnya merasa lebih enak. Misal, memutarkan film atau lagu kesukaannya, atau mendongeng kan cerita yang menarik.
5. Kelelahan
Sama halnya dengan sakit, kelelahan juga bisa membuat anak cengeng. Misalnya, sehabis bermain seharian. Jika orang dewasa bisa langsung mengungkapkan kondisi tubuhnya yang lelah, maka tidak demikian dengan anak. Apalagi orang tua belum tentu langsung tanggap. Akhirnya, anak mengungkapkan kondisinya dengan sikap rewel dan cengeng.
Kerewelan anak sebetulnya merupakan ungkapan bahwa ia menginginkan istirahat. Ajak anak ke tempat tidur lalu bacakan dongeng untuknya.
6. Butuh perhatian
Pada saat perhatian orang tua untuknya terpecah, anak akan merasa terbuang. Kondisi ini umumnya muncul saat ia baru saja memiliki adik yang menyita perhatian orang tua. Perasaan terbuang membuat anak rewel yang tak jarang disertai tindakan untuk memancing perhatian orang tua. Salah satunya mengganggu si adik.
Untuk mengatasinya, bersikaplah adil. Curahkan perhatian kita kepada si kakak, sama besarnya dengan kepada si adik. Tumbuhkan rasa sayang dan memiliki, misalnya dengan menyuruh kakak menjaga adiknya.
7. Kehilangan figur tersayang
Hal ini akan dialami jika orang tua meninggalkan anak dalam jangka waktu lama. Bagaimanapun, di usia ini anak sangat tergantung pada kehadiran figur yang dekat dengannya. Ketika figur itu pergi, ia merasa sangat kehilangan yang diungkapkannya dalam bentuk kecengengan.
Untuk mengatasinya, orang yang kebetulan dipercaya sebagai pengasuh harus menunjukkan sikap yang dapat membuatnya nyaman. Alihkan perhatiannya dari ingatan terhadap orang tua dengan aktivitas-aktivitas yang sangat menyenangkan. Umpamanya, mengajak ia bermain bersama teman-teman sebaya.
8. Terlalu banyak larangan
Terlalu banyak melarang akan membuat anak berang. Di usia ini perkembangan motoriknya sedang pesat. Setiap saat dia akan berlari-lari, menaiki kursi, maupun melompat-lompat. Nah, sikap orang tua yang selalu melarang, seperti "Awas, nanti jatuh," atau, "Jangan dipegang-pegang, nanti pecah", tidak akan membuatnya jadi penurut, justru sebaliknya, anak ingin berontak. "Asal tahu saja, saat itu anak ingin menunjukkan kemampuan yang dimilikinya," ungkap Nina. Jadi, orang tua justru harus memberikan dukungan atas perkembangan anaknya. Misal, saat ia berusaha memanjat kursi, dukunglah dengan cara tidak melarangnya, tapi menjaganya kalau-kalau ia terjatuh.
Meningkatkan Minat Belajar Anak
Wednesday, November 30, 2011
Bila Si Kecil Murung
Selain itu, faktor fisik seperti kelelahan, kurang sehat, membuat anak malas atau enggan melakukan apa saja. Faktor lingkungan yang tidak disukai anak pun ikut membuat anak uring-uringan. Begitu pun dengan pola asuh orangtua atau keluarga juga bisa mnejadi penyebab anak murung.
Yang perlu dicermati adalah sebab murung tersebut. Dengan begitu, orangtua bisa mengendalikan suasana hati anak agar menjadi ceria kembali. Jika si anak murung, orantua sebaiknya tidak langsung menegurnya. Memaksanya menceritakan keluhannya. Perlu diberi waktu menenangkan diri agar merasa nyaman.
Saat anak sudah mulai tenang, orangtua bisa mendekatinya. Namun hendaknya tidak bertanya langsung ke pokok masalah tetapi lebih bijak jika berbasa basi dulu.
Tips Bicara Pada Anak:
- Gunakan bahas sederhana.
- Gunakan bahasa yang jelas, agar anak tidak salah tafsir.
- Melibatkan anak dalam komunikasi. Mintalah umpan balik.
- Upayakan sentuhan fisik.
- Menjaga intonasi suara.
Kepada anak yang sering malas melakukan kegiatan karena sering murung, hal ini jangan dibiarkan karena akan berakibat tidak baik nagi perkembangan mentalnya. Kedepannya anak seperti ini akan mudah temperamental. Orangtua harus mengubah dulu sikapnya. Sebab orangtua yang memiliki suasana hati tidak menentu, anak-anaknya pun akan cenderung serupa.
Disarikan dari Majalah GONTOR Edisi 02 Th 2008.
Monday, November 28, 2011
Anak Gemar Ibadah
Monday, November 21, 2011
Agar Anak Gemar Membaca
sumber : www.lollipop.com dengan penambahan.












