Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 1

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 2

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 3

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 4

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Bagaimanakah seharusnya kita mendidik dan mengajar? 5

Mengajar bukanlah pekerjaan mudah. Seorang guru harus membekali dirinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar pembelajaran bisa berjalan optimal. By: Ayah Ave/Anang Nurkholis

Monday, December 12, 2011

Meningkatkan Minat Belajar Anak

Minat atau motivasi belajar anak bisa berbeda-beda. Ada yang termotivasi karena ingin dibelikan mobil-mobilan baru, sepeda baru dan lain sebagainya. Meningkatkan minat belajar anak harus memakai tehnik agar anak tidak merasa dieksplorasi. 
Cara sederhana dalam meningkatkan minat belajar anak adalah kenali hal-hal apa yg disukai oleh anak dan ajak dia melakukan hal tersebut. Padukan hal-hal yang disukai dengan menambahkan pendidikan di dalam nya. Niscaya minat belajarpun meningkat. Kuncinya adalah mengetahui apa yg dapat membuat anak tertarik dan ingin belajar. Bagi anak usia delapan tahun kebawah, belajar harus berangkat dari minat si anak itu sendiri.
Sebenarnya sifat dasar anak adalah memiliki rasa ingin tahu. Selalu belajar. Hal tersebut dapat kita lihat saat bayi belajar berdiri. Seringnya terjatuh tidak membuatnya lantas berhenti belajar. Sayangnya, lanjut dia, ketika anak menginjak usia empat tahunan, banyak terjadi intervensi orang dewasa, dalam hal ini orang tua. Dengan begitu minat belajar anak sesungguhnya itu menjadi terintervensi. Anak belajar karena kewajiban dan dorongan dari orang tua. Sehingga mengakibatkan anak jadi tertekan.
Prinsip dasar belajar anak-anak haruslah menyenangkan . Karena dengan belajar menyenangkan akan menumbuhkan emosional yg positif. Dalam proses belajar, anak harus diposisikan sebagai subjek dan bukan objek. Sebaiknya anak belajar atas inisiatif diri sendiri.
Bila dalam proses belajar, si anak menjadi objek, maka yang banyak melakukan intervensi adalah pendidik. Si anak dijadikan robot dan terlalu banyak diarahkan oleh pendidik. Hasilnya akan membuat anak menjadi malas belajar, belajar tidak efektif.
Dalam sistem belajar, anak harus ikut terlibat dlm proses pembelajaran. Salah satu caranya mungkin sebaiknya dlm satu kelas jangan sampai terlalu banyak siswa. Problem yang akan terjadi akan ada anak-anak yg merasa tidak diperhatikan. Dengan begitu minat belajarnya karena keterpaksaan.
Solusinya, guru dituntut punya kompetensi dengan kondisi-kondisi yg terjadi sekarang ini. Guru perlu memahami bahwa anak didiknya adalah subjek.
Disarankan dalam proses belajar perlu dikembangkan metode pelajaran tematik yg aplikatif. Ada pembahasan-pembahasan atas sebuah masalah. Misalkan soal banjir, mungkin saja dari pembahasan itu mundul ide-ide yg luar biasa dan cemerlang dari anak. 
Belajar tidak hanya berbasis teori. Teori dibutuhkan dalam rangka mengejar standardisasi kurikulum. Tapi untuk mencapai tujuan-tujuan itu, perlu ada media belajarnya yg menyenangkan bagi anak,
 Sebisa mungkin orang tua memberikan reward atau penghargaan kepada anak atas berbagai prestasi yg dilakukan. Sebaliknya sedapat  mungkin menghindari bentuk punishment atau hukuman. Sebab, hukuman yg kelewat batas akan membuat harga diri anak down atau turun.
Jenjang pendidikan anak masih jauh dan panjang, hasil sebuah proses belajar tidak bisa diukur oleh satu hari, satu minggu atau satu bulan. Tapi merupakan proses berkelanjutan. Untuk itu orang tua perlu memberikan reward dan dorongan.
 Untuk mendorong minat belajar anak, kita perlu meningkatkan rasa percaya diri anak. Sebagai contoh : bila anak mendapat nilai matematika jelek, orang tua dapat mendorongnya dengan mengatakan: “Oh iya anak bunda dapat nilai kurang bagus ya? Tidak apa-apa kok, asal kita mau berusaha memperbaikinya, nilai bagus akan kita peroleh".
Seorang anak tidak mungkin dapat menguasai semua mata pelajaran. Mungkin ada anak yg unggul disatu pelajaran namun lemah di pelajaran lain. Kemudian orang tua justru memberikan anak les dipelajaran yg lemah tadi. Sedangkan pelajaran yg unggul justru dilupakan. Sebagai contoh anak unggul dalam kinestetiknya, seperti dia unggul dalam sepakbola, namun lemah di matematika. Ditinjau dari sudut perkembangan anak , apa yg dilakukan orang tua tadi bisa dikatakan keliru . Kenapa bukan keunggulan si anak tadi yg diasah dan dikembangkan terus. Nah, yang kurang itu hanya sebagai pelengkap.
Jika malah yg kurang nilainya didorong terus dan dipaksakan menyebabkan anak menjadi tertekan. Akhirnya, anak menjadi stress dan keunggulannya pun akhirnya hilang. 
Hal terpenting adalah memberikan kasih sayang kepada anak. Terkadang anak berbuat baik, orangtua tidak memberikan reward karena hal itu dianggap biasa saja, tapi manakala si anak berbuat tidak baik, maka orang tua memberikan reaksi luar biasa dengan memberikan punishment.orang tua harus mengubah paradigma terhadap anaknya. Bahwa anak berbuat baik itu bukanlah hal yg biasa, tapi merupakan suatu hal yg luar biasa.
referensi data : http://fandi4tarakan.wordpress.com/2009/12/29/ 
interview : Danang Sasongko
Read More..

Pendidikan Masa Depan


Beberapa hal penting berkaitan dengan rencana strategis tentang paradigma pendidikan masa akan datang, dirumuskan melalui prinsip visioner, meliputi; (1) visi, (2) misi, (3) motto; dan (4) analisis lingkungan strategi. Analisis tersebut meliputi: Pencermatan Lingkungan Internal (PLI), yaitu memperhatikan kekuatan, terdiri dari: pengalaman program sekolah, SDM, strategi sekolah, dan  strategi jurusan. Selanjutnya, memperhatikan kelemahan  yang meliputi: sarana dan prasarana, sistem penunjang administrasi, kualitas layanan, akreditasi sekolah, pemerataan kompetensi guru, keterampilan tenaga laboratorium, atmosfir akademik, penelitian, sumber dana, tingkat kesejahteraan guru dan tenaga administrasi, dan sistem database sekolah. Selain itu, Pencermatan Lingkungan Eksternal (PLE), memuat: Peluang. Kebijakan pemerintah untuk: (1) pengembangan Kawasan Timur Indonesia (Sul-Sel, gerbang utama), (2) Badan Hukum Pendidikan, (3) guru sebagai tenaga professional, dengan gaji yang layak; (4) kesempatan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI), (5) kesempatan memperoleh hibah dari lembaga donor, pemerintah dan swasta dari dalam maupun luar negeri, (6) tersedianya potensi sumber daya alam, (7) kebijakan nasional tentang pengembangan budaya kewirausahaan, (8) peluang kerjasama dengan alumni, (9) orangtua siswa yang mempunyai kemampuan berbagai bidang yang berbeda-beda. Ancaman, meliputi: (1) rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat sebagai akibat krisis ekonomi, (2) terbatasnya kesempatan memperoleh lapangan kerja, (4) adanya sejumlah sekolah yang menawarkan program yang sama, (5) pesatnya perkembangan IPTEKS dalam proses pembelajaran, (6) derasnya arus globalisasi yang berdampak pada persaingan kerja, dan (7) adanya kebijakan liberalisasi pendidikan yang memungkinkan sekolah asing untuk beroperasi di Indonesia.

Kelemahan Paradigma Pendidikan Sekarang
Telah banyak usaha dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Namun di sisi lain, terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan mutu pendidikan sulit untuk ditingkatkan. Pertama, kebijakan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production function yang tidak konsekuen. Kebijakan ini hanya mengandalkan input yang baik untuk menghasilkan output yang baik, masalah proses hampir diabaikan. Kebijakan seperti ini lebih menekankan pada lembaga pendidikan sebagai pusat produksi. Kedua, penyelenggaraan pendidikan secara sentralistik. Keputusan birokrasi dalam hal ini hampir menyentuh semua aspek sekolah, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kondisi sekolah tersebut. Akibatnya, sekolah kehilangan kemandirian, motivasi, dan inisiatif untuk mengembangkan lembaganya. Ketiga, peran serta masyarakat dalam pengelolaan pendidikan masih kurang. Partisipasi masyarakat dalam pendidikan hanya bersifat dukungan dana. Padahal yang lebih penting adalah partisipasi dalam hal proses pendidikan yang meliputi; (1) pengambil keputusan, (2) monitoring, (3) evaluasi, dan (4) akuntabilitas. Dengan demikian, sekolah dan masyarakat secara bersama-sama bertanggungjawab dan berkepentingan terhadap hasil pelaksanaan pendidikan, bukan sekolah yang bertanggungjawab kepada masyarakat terhadap hasil pelaksanaan pendidikan itu sendiri.
Selanjutnya, dikembangkan dimensi-dimensi perubahan pola manajemen pendidikan menuju paradigma baru, yaitu:
Pola Lama
Menuju
Pola Baru
F Subordinasi

F  Otonomi
F Pengambilan keputusan terpusat

F  Pengambilan keputusan partisipasi
F Ruang gerak kaku

F  Ruang gerak luwes
F Pendekatan birokratik

F  Pendekatan profesional
F Sentralistik

F  Desentralistik
F Diatur

F  Motivasi diri
F Overregulasi

F  Deregulasi
F Mengontrol

F  Mempengaruhi
F Mengarahkan

F  Memfasilitasi
F Menghindari resiko

F  Mengelola resiko
F Gunakan uang semuanya

F  Gunakan yang seefisien mungkin
F Individu yang cerdas

F  Informasi terbagi
F Informasi terpribadi

F  Pemberdayaan
F Pendelegasian

F  Organisasi datar
F Organisasi herarki


Building the School of the Future
Terdapat 5 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam membangun sekolah masa depan, yaitu;
(1)   Involved and Connected Learning Community
Salah satu indikator penting paradigma pendidikan masa depan adalah keterlibatan secara aktif seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaan pendidikan. Mereka yang dimaksud adalah stake-holder, orangtua, oraganisasi massa (ORMAS), perguruan tinggi, dan Dunia Usaha dan Industri (DUDI). Berkaitan dengan hal ini, dukungan seluruh proses pelaksanaan pendidikan sangat dibutuhkan untuk terjadinya sinergi yang berkelanjutan dan dinamis.
(2)   Proficient and Inviting Curriculum-Driven Setting
Beberapa hal yang terkait langsung dengan hal di atas, yaitu: (a) pembangunan fisik mendukung terlaksananya pendidikan berbasis masyarakat, (b) pembangunan infrastruktur pendukung yang memungkinkan mobilitas yang tinggi dengan pertukaran data yang lebih mudah, (c) semua ruang kelas dirancang dan dilengkapi media pembelajaran yang diperlukan, sehingga memungkinkan proses pembelajaran dapat berjalan kapan saja, dan (4) media pembelajaran mampu memobilisasi, fleksibel, dan mudah disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam aktivitas pembelajaran.
(3)   Flexible and Sustainable Learning Environment
Atmosfir pembelajaran yang kondusif merupakan salah satu indikator penting bagi masyarakat dalam memilih tempat belajar untuk anak mereka. Selain itu, atmosfir akademik yang kondusif, berbeda, dan Student-Centre memungkinkan siswa mengembangkan potensinya dengan baik. Suasana akademik yang baik mempunyai tingkat ketergantungan yang relatif kecil terhadap waktu dan tempat. Suasana akademik yang ada sistematik dan tidak terikat pada perubahan.
(4)   Cross-Curriculum Integration of Research and Development
Dalam rangka menjaga keberlangsungan integrasi kurikulum; (a) profesionalisme staf  seyogyanya didukung oleh kegiatan penelitian dan pengembangannya, (b) tetap menjaga kerjasama dengan dewan riset dan pengembangannya dalam menerapkan hasil-hasil penelitian terkini, dan (c) school berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran, di mana guru dan siswa dapat merancang, melakukan, dan mengevaluasi hasil-hasil penelitian dalam rangka mengembangkan proses pembelajaran.
(5)   Professional Leadership
Kepemimpinan yang profesional meliputi: (a) dampak pembelajaran yang baik, (b) strategi berpikir, (c) motivasi dan dorongan stake-holders, (d) pemanfaatan teknologi dalam setiap kesempatan, (e) merancang dan mendemostrasikan pengembangan profesional sesuai kebutuhan, (f) berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat, (g) memaparkan pertanggungjawaban keuangan, dan (h) melakukan evaluasi secara berkelanjutan dengan cara kolaborasi.
E. Aset yang Pengembangan Menyongsong Paradigma Pendidikan Masa depan
Berkaitan dengan metode pengembangan aset sebagai sumber pendapatan institusi, termasuk kampus atau sekolah dalam menyongsong paradigma pendidikan masa depan, eksistensi pelayanan sekolah sangat penting artinya. Ihrig & Sullivan (1995) secara umum menyarankan beberapa aset yang memungkinkan untuk dikembangkan pada sekolah atau kampus untuk memperoleh pendapatan baru dalam menyongsong paradigma pendidikan masa akan datang. Sumber pendapatan tersebut meliputi:
v  Selling Information
  • Intellectual property
  • Research parks
  • Interpreting data for regional businesses
v  Teaching
  • Corporate training programs, domestic or foreign
  • Continuing part-time education for working adults
  • Elderhostel programs
v  Using Alumni Resources
  • Alumni continuing education
  • Professional services for alumni
  • Retirement housing
v  Providing Services  to Employes, Students, and Visitors
  • Hotels
  • Leasing space to private businesses
v  Using Campus Land and Facilities
  • Utilizing existing land to its fullest income potential
  • Buying or accepting gifts of land with income potential
  • Business incubators                                                     
    Tulisan Ilmiah Prof Dr Hamzah Upu

Read More..

Saturday, December 10, 2011

Sejenak Ambillah Jeda

Jeda atau berhenti sejenak dari rutinitas kerja dapat membantu kita lebih produktif. Bagaimana pun, rutinitas dan beban kerja kerap membawa tekanan tersendiri di hidup kita. Tekanan yang mungkin ringan atau juga berat. Tekanan yang kadang bisa teratasi dengan mudah atau juga yang kerap membuat kita depresi. 
Adakalanya manusia perlu refreshing sejenak dan meninggalkan kegiatan rutin sehari-hari, agar tidak mengalami beban mental dan stres. Selain menghilangkan kejenuhan kerja, diharapkan dengan refreshing sejenak akan mengembalikan pikiran segar kembali dan bisa memotivasi kerja di hari ke depannya.
Banyak penelitian yang menunjukkan bila produktivitas seseorang bisa lebih meningkat ketika mereka memiliki waktu untuk jeda. Sebab ketika berjeda itulah, seseorang menemukan keseimbangan dalam hidupnya. Bila diandaikan mesin kendaraan, mereka pun perlu untuk masuk bengkel. Mengendurkan urat syaraf dengan sesuatu yang menyamankan dan menyenangkan.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa otak secara efektif bisa fokus dan konsentrasi hanya selama kurang lebih 25 menit saja, dan setelah itu ia akan mulai kehilangan fokus dan konsentrasinya. Kelelahan yang dialami seperti ini sama bahayanya dengan kelelahan fisik. 


Seseorang perlu menyegarkan kembali pikiran dan otak agar bisa berfungsi secara optimal. Berikut  Cara Jeda Sederhana untuk Menyegarkan Otak: 

1. Mendengarkan musik yang menenangkan sangat bermanfaat sebagai sumber daya mental. Cobalah untuk mengosongkan pikiran lalu dengarkan musik bisa dari komputer atau melalui handphone. 

2. Melakukan latihan atau aktivitas fisik bisa merangsang tenaga dan menyegarkan pikiran disamping manfaat kesehatan lainnya. 

3. Tertawa merupakan obat yang paling baik untuk melawan kebosanan, karena meningkatkan suasana hati (mood) dan rasa kesejahteraan. Jadi cobalah menonton sesuatu yang lucu di televisi atau membaca komik untuk mendapatkan humor. 

4. Melakukan latihan mental seperti melakukan mainan puzzle atau teka teki silang, karena otak sangat menyukai permainan seperti itu, menyenangkan serta memeperkuat otak. 

5. Melakukan sosialisasi, interaksi manusia bisa menjaga pikiran agar tetap segar, karenanya cobalah mengobrol atau berbicara dengan teman-teman mengenai suatu hal selain situasi yang dialami saat itu. 

6. Tidur siang sejenak, hal ini tidak hanya menyegarkan pikiran tapi bisa menjadi fondasi yang kuat dalam hal produktivitas. Seseorang akan merasa jauh lebih baik dan lebih produktif setelah selesai tidur siang. 

7. Mencium sesuatu yang menyenangkan, aroma seperti dari lilin aromaterapi atau bau secangkir kopi panas bisa membantu menyegarkan pikiran yang membuatnya dapat bekerja lebih baik. 

8. Melakukan pemijatan, pijat adalah cara sempurna untuk meredakan ketegangan dan mengurangi stres, tak ada salahnya untuk mencoba berbagai jenis pemijatan pada hari yang berbeda. 

9. Berendam di air hangat bisa membantu membuat otot dan pikiran jadi rileks, jika memungkinkan cobalah menambahkan garam mandi untuk membantu melembabkan kulit dan berbau harum. 

10. Melamun, untuk jangka waktu singkat melamun bisa mengembangkan daya imajinasi dan menyegarkan pikiran, asal jangan kelewat batas, sehingga membuat seseorang bisa lebih fokus melakukan pekerjaan.

11. Pergi ke mall dengan tujuan cuci mata dapat membuat pikiran rileks. Disebabkan banyaknya warna serta music yang dapat meningkatkan produksi energi bahagia.

12. Berenang dapat merilekskan tubuh menuju kondisi tenang walau hanya sekedar mengapung sambil menatap langit.

13. Makan es krim cokelat yang mengandung phenylethylamine dapat meningkatkan produksi serotonin yang dapat menenangkan otak.

14. Membaca kisah inspirasi dari berbagai artikel kehidupan, selain dapat menstimulir otak dan memicu pelepasan hormon oxytocin juga meningkatkan kualitas tidur.

15. Bernyanyi. Sebuah studi menunjukkan dengan menyanyi akan menciptakan vibrasi yang dapat meningkatkan endorphin yang dapat menenangkan.

16. Last but not least. Sebagai muslim, kita tentu bisa berjeda dengan mentadabburi Al-Qur'an dan mendengarkan tausiyah yang menentramkan dan memotivasi. So, ambillah jeda...
Read More..

Menjadi Guru Inspiratif

Guru mengemban amanah menyampaikan ilmu, membangun karakter, dan menanamkan cita-cita. Menurut Renald Khasali guru ada dua type. Guru kurikulum dan guru inspiratif.
Yang pertama sangat patuh pada kurikulum dan merasa berdosa bila tidak bisa mentransfer seluruh isi buku yang ditugaskan. Ia mengajarkan sesuatu yang standard (habitual thinking). Guru kurikulum mewakili 99 persen populasi guru di seluruh Indonesia.
Guru inspiratif jumlahnya sangat terbatas, populasinya kurang dari 1 persen. Ia bukan guru yang mengejar kurikulum, melainkan yang mengajak murid-muridnya berpikir kreatif (maximum thinking). Ia mengajak murid-muridnya melihat sesuatu dari luar (thinking out of box), mengubahnya di dalam, lalu membawa kembali keluar, ke masyarakat luas. Kalau guru kurikulum melahirkan manajer-manajer andal, guru inspiratif melahirkan pemimpin pembaru yang berani mengadakan perubahan.
Charlie Ward mengatakan bahwa Guru yang biasa-biasa saja memberi tahu. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang bagus menunjukkan bagaimana caranya. Tetapi guru yang luar biasa menginspirasi murid-muridnya. 
Membentuk guru inspiratif, salah satu faktor pemantiknya adalah menjaga komitmen untuk terus memberi spirit kreatif-inspiratif kepada para siswa. Dengan spirit ini, guru dapat menciptakan manusia unggul yang penuh dengan kreativitas dan kemampuan kompetitif. Disisi lain guru juga harus menyukai tantangan dengan terus belajar. Perubahan zaman yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi begitu cepat semestinya segera direspons guru. Hasrat terus belajar, kapabilitas, dan kompetensi personal-sosial masih perlu didukung dengan kreativitas guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang inspiratif.
Guru inspiratif mampu membangkitkan minat siswa dalam belajar juga menumbuhkan keinginan berkembang lebih baik untuk masa depan. Terkait dengan guru inpiratif ini, saya teringat nasehat seorang ustadz untuk para muridnya. Yang karena kata-katanya yang membakar membangkitkan semangat, ia senantiasa dirindukan. Kurang lebih seperti ini nasehatnya pada anak didiknya yang mulai kehilangan antusias belajar, dengan kata-kata yang bertenaga :
"Man Shabara Zhafira. Siapa yang bersabar pasti beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang tapi nanti, yang lebih besar dan prinsipil. Menjadi manusia yang menemukan misinya dalam hidup. 
Misi yang dimaksud adalah ketika kita melakukan sesuatu hal yang positif dengan kualitas sangat tinggi dan di saat yang sama menikmati prosesnya. Carilah misi kalian masing-masing, mungkin belajar Al-Qur'an, menjadi orator, mungkin menulis, mungkin apa saja.
Tahukah kalian apa yang membuat orang sukses berbeda dengan orang yang biasa. Ada dua hal penting  dalam mempersiapkan diri  untuk sukses. Going the extra miles. Tidak menyerah dengan rata-rata. Jika orang lain belajar 1 jam, maka orang sukses akan belajar 5 jam. Lebihkan waktu, usaha dan tekad.
Kemudian, tidak pernah mengizinkan diri dipengaruhi unsur dari luar. Oleh siapapun, oleh apapun, dan suasana bagaimanapun. Berkuasalah terhadap diri kalian sendiri. Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan untuk takut atau tetap tegar. . Jadi pilihlah suasana hati kalian, dalam situasi paling kacau sekalipun. Dan hati yang dikuasai pemiliknya adalah hati orang sukses".
Contoh guru inspiratif lainnya, seperti dikisahkan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata, Julian Balia.  Guru yang akhirnya bisa menyalakan semangat serta kegigihan sang murid untuk menimba ilmu di negeri Napoleon Bonaparte.
Semoga semakin bertabur guru-guru yang mampu memberikan inspirasi bagi murid-muridnya. Sehingga diharapkan tumbuhnya tunas-tunas masa depan dengan mental cemerlang.
Read More..

Award Konstitusi Untuk Guru

Mahkamah Konstitusi bekerjasama dengan Kemendiknas serta Kemenag menganugerahkan Award Konstitusi bagi sejumlah guru. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mempertebal kesadaran generasi akan konstitusi melalui kiprah guru-guru tersebut.  Diharapkan baik guru-guru yang terpilih menerima award ataupun finalis akan membangun kesadaran berkonstitusi di sekolah masing-masing. 
Ketua MK Mahfud Md mengingatkan pentingnya Pancasila sebagai ideologi dasar negara. Lima dasar negara itu, kata Mahfud, secara tidak langsung telah menjadi perwujudan bangsa Indonesia.
Pemberian “Anugerah Konstitusi bagi Guru PKn Terbaik Nasional 2010” diputuskan berdasarkan penilaian Dewan Juri yang terdiri atas Prof. Dr. Saldi Isra, Prof. Dr. Yuliandri, Dr. Kurniawarman, Dr. Zainal Arifin Mochtar, Dr. Ni’matulhuda SH.MH., Dr. Marwanmas SH.MH., Iwan Satriawan SH.MH., Winarno Yudo SH.MH., Dr. I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani SH.MH, Dra. Endang Rohayati MM, Dr. M. Jafar Msi, Dr. Unifah Rosidi M.Pd., Drs. Kidup Supriyadi M.Pd., Drs. H. Unang Rahmat MA, serta Dr. Ainur Rofiq.
 Rangkaian kegiatan Penilaian dimulai dengan ujian tertulis untuk memilih siapa diantara para guru PKn yang layak menerima Anugerah Konstitusi Tingkat Nasional 2010. Ujian tertulis ini dilakukan oleh para peserta selaku guru PKn, yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan konstitusi dari masing-masing peserta.
Kemudian dirangakai dengan presentasi oleh para peserta. Dalam presentasi itu, ada hal-hal yang menjadi kriteria penilaian juri, antara lain aspek penguasaan materi dan artikulasi gagasan, penampilan, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan lain sebagainya.
Sejumlah peserta yang beruntung tersebut adalah Mereka adalah Barjo Hanugroho guru PKN SMAN 1 Purwantoro, Jawa Tengah, Lusia Erni Fernandez dari SMA 3 Kupang, dan Aminah dari SMA 1 Padang, Sumatra Barat.

Dari tingkat SMP, para pemenang adalah Eko Winarno dari SMP 7 Tegal, Jawa Tengah, Virene Pramuduaningrum dari SMP Stella Matutina, Jawa Tengah, dan Ira Kristina dari MTsN 1 Malang, Jawa Timur.

Sedangkan di tingkat SD, penghargaan diraih Sucandi dari SDN Kebon Sari 01, Jawa Timur, Lilik Fatkhi dari Diniyah MIN Al Iman, Magelang, Jawa Tengah, dan Fauziah dari MIN Sei Agul, Medan, Sumatra Utara.


Read More..

Thursday, December 8, 2011

Ice Breaking "Badai Berhembus ( The Great Wind Blows)"

Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para peserrta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain.

Petunjuk :

Aturlah kursi – kursi ke dalam sebuah lingkaran. Mintalah peserta untuk duduk di kursi yang telah disediakan.

Jelaskan kepada peserta aturan permainan, untuk putaran pertama pemandu akan bertindak sebagai angin.


Pemandu sebagai angin akan mengatakan ‘ angin berhembus kepada yang memakai – misal : kacamata’ ( apabila ada beberapa peserta memakai kacamata).

Peserta yang memakai kacamata harus berpindah tempat duduk, pemadu sebagai angin ikut berebut kursi.


Akan ada satu orang peserta yang tadi berebut kursi, tidak kebagian tempat duduk. Orang inilah yang menggantikan pemandu sebagai angin.

Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus mengatakan ‘ angin berhembus kepada yang …………. ( sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam, dsb.
Read More..

Wednesday, December 7, 2011

PRIMARY YEARS PROGRAMME (PYP)

Primary Years Programme merupakan kurikulum pembelajaran dari IB  ( International  Baccalaurate). IB sendiri merupakan sebuah organisasi yang telah berdiri 35 tahun yang lalu. Organisasi ini merancang program / kurikulum yang dibuat berdasarkan research. IB memiliki 6500 examiners di  100 negara.
Primary Years Programme tersebut merupakan salah satu dari seri pembelajaran berkelanjutan. Ada 3 program yang diluncurkan IB. Adapun ketiganya ;   Primary Years Programmme  (PYP) untuk anak umur 3-12 tahun.  Middle Years Programme  (MYP) untuk anak umur 11 – 16 tahun. Diploma Programmme untuk anak umur 16 – 19 tahun.

Primary Years Programme (PYP) sendiri menekankan pembelajaran trans disiplin dengan mengangkat enam tema  :
J  Who we are
J  Where we are in, place and time
J  How we express ourselves
J  How the world works
J  How we organize ourselves
J  Sharing the planets
Program-programnyanya dirancang dengan tujuan anak supaya mendapatkan intellectual, personal, emotional and social skills to live, learn and work in this rapidly globalizing world. Anak dilatih untuk menjadi inquirer & lifelong learners, yang compassionate dan sangat peduli dengan lingkungan dan komunitasnya serta menghargai perbedaan.  Juga mengajarkan anak  menjadi risk- taker  yang  dapat melatih keberanian mereka menghadapi situasi yang kurang familiar baginya.
Materi yang diajarkan PYP ini meliputi bahasa (language), social studies, mathematics, science and technology, arts and personal, dan physical education.
Setiap sekolah yang ingin mengaplikasikan kurikulum IB ini harus memenuhi beberapa persyaratan. Sekolah yang bersangkutan harus melewati proses otorisasi. Biasanya kurang lebih butuh 2 tahun. Ada process interview, site visit dll. Dan ini juga akan dievaluasi terus. Setidaknya sekolah yang play and active and supporting role in the worldwide community, committed dengan perkembangan guru-gurunya, misi dan visinya sama, serta terdapat fasilitas sesuai standard IB, akan dipertimbangkan lebih jauh. Sekarang ini ada 3071 sekolah IB di 139 negara. 
Redaksi AyahAve dari berbagai sumber
Read More..